Posts

MARIORIAWA

Kecamatan Marioriawa adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Soppeng, yang dahulunya merupakan sebuah kerajaan mandiri dan berdiri sendiri dalam naungan   Konfederasi Watansoppeng   (Soppeng). Walaupun Mario Riawa berada dalam naungan Konfederasi Watan Soppeng, pada masa pemerintahan La Pawiseang Datu Soppeng VII, Mario Riawa keluar dari konfederasi tersebut dan Mario Riawa bergabung ke dalam   Konfederasi Wajo   yang pada saat itu dipimpin oleh Arung Matoa Wajo Lataddampare. Marioriawa pada masa itu diperintah oleh Lapaiyyo (Lamappaiyyo) Datu Marioriawa dan dia meninggal di   Lagosi   ( Wajo ), sehingga Lapaiyo diberi gelar anumerta yaitu Lapaiyo Datu Marioriawa Matinroe Ri Lagosi, Kerajaan Mario Riawa terdiri dari tiga Pabbicara dan satu Sullewatang, yakni Pabbicara Manorang Salo, Pabbicara Attang Salo, Pabbicara Bulue dan Sullewatang Padali, masing-masing terdiri dari beberapa Matoa. Di   Bulue   terdapat Matoa Panci, Galungkalungnge. Di   Manorang Salo   terdapat Matoa Welongnge dan M

SAO MARIO BATU-BATU SOPPENG

Rumah adat Sao Mario  adalah  rumah adat  dan juga kawasan  wisata   budaya  yang letaknya berada di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Mario Riawa, Kampung Awakaluku,  Kabupaten Soppeng ,  Sulawesi Selatan .  Jarak kawasan wisata budaya ini dengan kota Watangsoppeng kurang lebih sekitar 32 Km. Rumah adat ini memiliki bentuk seperti sebuah kompleks yang didalamnya terdapat beberapa miniatur rumah adat dari daerah lain di Sulawesi Selatan yaitu rumah adat  suku Makassar ,  suku Bugis ,  suku Mandar  dan  suku Toraja  juga terdapat rumah adat dari  Minangkabau  dan  Batak  serta ada juga rumah lontara [2] . Dalam bahasa Bugis rumah adat ini juga biasa disebut dengan "bola seratu" yang artinya adalah rumah seratus. Dikatakan rumah seratus karena rumah ini memiliki 119 tiang [3] . Sudah menjadi ciri khas rumah adat Bugis memiliki banyak tiang penyangga di bawah rumah. Saat ini rumah ini difungsikan sebagai  museum  tempat menyimpan barang barang antik bernilai tinggi yang berasal