Posts

Showing posts from February, 2015

BATU-BATU MARIORIAWA ANTARA MITOS DAN FAKTA

Image
“Batu-Batu” sebuah kota kecil yang berbau Kota Metropolis dan merupakan kampong halaman para leluluhur raja-raja Soppeng yang berada di daerah tepian Danau Tempe, Batu-Batu dalam priode sejarah dikenal  dengan berbagai nama diantaranya Marioriawa Attangsalo, Tanete Marioriawa dan Terakhir adalah “Batu-Batu" Pada tahun 1556-1560 daerah ini bernama Marioattangsalo merujuk kepada nama istri Datu Sultadde BolongngE (La’de MabolongngE) Raja Soppeng X memperistrikan We Temmabu-leng MalotongngE Datu (Ratu) Marioriawa Attang Salo, suatu kenyataan bahwa Maroriawa dalam periode sejarah raja pertamanya dipimpin oleh seorang Ratu atau raja Perempuan. Perubahan nama Tanete Marioriawa tercantum sejarah menyebaran Islam di Ajang Tappareng oleh Kerjaan Gowa dimana dilukiskan bahwa ” Dua bulan setelah penyerangan itu, pasukan Gowa beserta segenap sekutunya menyerbu pusat pertahanan pasukan Soppeng di Tanete Mario riawa. Kali ini, Pasukan Soppeng tidak mendapat bantuan dari Pasukan Wajo dan

MARIORIAWA BENTENG PERTAHANAN TELLUMPOCCOE (BOSOWA)

Image
Dua bulan setelah penyerangan itu, pasukan Gowa beserta segenap sekutunya menyerbu pusat pertahanan pasukan Soppeng di Tanete (Mario riawa). Kali ini, Pasukan Soppeng tidak mendapat bantuan dari Pasukan Wajo dan Bone karena mereka sibuk mengatur basis pertahanannya masing-masing. Kekuatan Pasukan TellumpoccoE kini telah pecah. Maka dalam waktu kurang lebih 1 bulan, negeri-negeri bawahan Soppeng satu demi satu ditaklukkan. Akhirnya melalui pertempuran habis-habisan yang menelan banyak korban jiwa pada kedua belah pihak, Negeri Soppeng terpaksa harus menyatakan kalah perang pada Gowa dan sekutunya. Datu Soppeng BEoE menerima agama Islam dan mengucapkan kalimah syahadat pada tanggal 15 Syawal 1019 Hijriah (1609 M). Penyerbuan Pusat Pertahanan Soppeng di Tanete Marioriawa diawali dengan pengembangan siar Islam Oleh Kerajaan Gowa pada awal abad XVII, yakni sekitar tahun 1600 M Sulawesi Selatan dikunjungi oleh ulama-ulama besar yang merupakan muballiq-mubaliq pengemban syiar risalah Isla