Etika Bersantap ala Suku Bugis Makassar



Ingin Makan Cara Bugis Makassar? Yuk, Belajar Etikanya!

Masyarakat Bugis Makassar adalah sebuah suku bangsa yang ada di jazirah selatan pulau Sulawesi yang masih banyak yang mempertahankan etika makan sampai sekarang. Bukan hanya sekadar makan dan kenyang, masyarakat Suku Bugis Makassar memiliki aturan makan tentang apa yang wajib maupun pantang dilakukan.

Berikut beberapa tata cara makan yang umum dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari :

1.      Pada Umumnya Masyarakat Bugis Makassar dalam hal bersantap baik disiang hari maupun dimalam hari, para ibu rumah tangga dan dibantu anak perempuan, akan menghidangkan makanannya di atas nampan atau baki yang mempunyai daya tampung lima sampai enam piring sebagai tempat lauk pauk, sedangkan nasi di tempatkan diluar baki, biasanya bentuk bakul atau tempat nasi terbuat dari logam datu plastic, piring biasanya di letakkan melingkari baki atau di tumpuk di sampi baki dekat gelas air minum.
2.      Saat anda mendapat panggilan untuk bersantap, anda sebaiknya duduk bersila dan melingkar bersama yang lainnya menghadap ke baki.
3.      Jangan langsung mengambil piring, perhatikan disamping kiri-kanan anda dahulukanlah yang lebih tua mengambil piring.
4.      Hal yang sama juga berlaku dalam mengambil nasi dan lauk pauk dahulukanlah yang lebih tua
5.      Jangan memegang bagian bawah piring, memegang bagian bawah piring merupakan hal yang wajar dilakukan. Tapi Bugis Makassar, hal tersebut justru menjadi sikap yang menyalahi aturan makan.
6.      Biasanya lauk pauk yang dihidangkan biasanya berupa Ikan bakar atau ikan rebus dalam dua piring, sayur-mayur dalam dua piring dan biasanya sambel dalam satu piring
7.      Setelah semuanya sudah mengambil makanan barulah anda memulai makan dengan terlebih dahulu anda mengucapkan Bismillah atau doa makan lainnya
8.      Tidak diperkengkan mengambil lauk-pauk bersamaan dengan yang lainnya.  Makan secara serampangan kemudian meninggalkan tempat duduk terlebihdahulu merupakan tindakan kurang ajar
1     Begitu juga dengan makan terlalu lambat, sambil memain-mainkan makanan di dalam mulut. Hal tersebut sangat tidak mencerminkan sikap makan yang baik. Oleh karena itu, masyarakat Masyarakat Bugis Makassar biasa makan bersama dengan menyamakan pace atau irama, terutama menyesuaikan diri dengan orang yang lebih tua.

      Mungkin yang satu ini mungkin bukan hanya berlaku di Bugis Makassar, tapi juga di seluruh  Indonesia. Mengambil makanan secukupnya sangat penting demi kenyamanan diri sendiri, maupun untuk menghargai orang lain.
1    Akan sangat sayang seandainya ada makanan yang terbuang. Padahal untuk membuat makanan tersebut, dibutuhkan waktu, tenaga, biaya, bahkan cinta. Oleh karena itu, mengambil makanan secukupnya dan makan tanpa meninggalkan sisa merupakan sikap yang bijaksana.
      Dinanggap tidak bijak apabila yang lebih tua yang lebih dulu selesai makan, sebaiknya yang lebih tua menyesuaikan irama makan bagi yang lebih muda
1
      Ucapkanlan Alhamdulillah dan doa lainnya bila anda selesai makan. 
           Tinggalkanlah tempat duduk anda bila  semuanya sudah selesai makan

Comments

  1. Artikel yang sangat bagus untuk generasi sekarang.
    Ada perbedaan cara duduk laki2 dan perempuan, yaitu : laki2 duduk bersila sedang perempuan duduk dengan lutut kanan melipat keatas.
    Dalam lingkungan keluarga sendiri dalam rumah, Laki2 didahulukan makan, perempuan sesudahnya.

    ReplyDelete
  2. Iyya duduk sila untuk pria dan duduk mlipat naik lutut perempuan ad jg versi kaki dibengkokkan ke belakang.

    Soal cepat dan lambat dlm bersantap islam jg tdk luput dr pengjaran dan tata cara tsb krn sdh sesuai dg norma agama.

    Sippp senang aq baca artikel kyak ginian. Syukran

    ReplyDelete
  3. artikelnya bagus dan membantu, namun lebih baik jika disertai dengan ilustrasi akan jauh lebih bagus dan akan lebih mudah dimengerti. terimakasih

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENCARI NEGERI CINA UNTUK WE CUDDAI

BATU-BATU MARIORIAWA ANTARA MITOS DAN FAKTA

MARIORIAWA